Buntut Ekonomi Lesu, Penjualan Ponsel di Jakarta Turun 30%

img_6655

Jakarta -Melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia sejalan dengan daya beli masyarakat turun. Pedagang telepon seluler (ponsel) di Jakarta kena imbasnya.

Kondisi ini terlihat dari sepinya penjualan ponsel di pusat penjualan ponsel PGC Cililitan, Jakarta Timur. Dewi, salah satu pedagang ponsel dan aksesoris di pusat grosir handphone tersebut mengatakan, penjualan ponsel dalam beberapa minggu terakhir semakin terpangkas.

“Turunnya kalau perkiraan sampai 30% lebih dari sisi pembeli. Memang orang-orang juga lagi susah jadi belum mau beli (ponsel) yang baru,” ujar Dewi ditemui detikFinance, Kamis (18/6/2015).

Menurutnya, sepinya penjualan tak hanya dirasakan di tokonya, tapi juga penjualan ponsel di pedagang-pedagang pengecer yang merangkap sebagai penjual pulsa.

“Kita juga dealer handphone, jadi banyak juga pedagang dan pengecer yang ambil barang ke kita. Tapi akhir-akhir ini semakin jarang yang ambil barang, katanya masih pada belum laku,” jelasnya.

“Memang ponsel lagi sepi. Kalau dulu bisa setor ratusan juta. Sekarang omzet kurang jauh, paling masih bisa puluhan juta,” kata Dewi.

Menurutnya, kondisi tersebut diperparah dengan nilai tukar rupiah yang terus melemah sehingga tokonya belum berani mengambil handphone baru untuk menambah stok.

“Habiskan yang lama dulu, soalnya yang ambil barang ke kita juga pada telat karena belum terjual,” tambahnya.

Senada dengan Dewi, pedagang lainnya bernama Fariz mengatakan, penurunan daya beli masyarakat membuat penjualan ponsel semakin menurun. Padahal, Fariz sudah memangkas harga jual ponselnya.

“Padahal sudah ada penurunan harga, khususnya handphone yang keluar di 6 bulan yang lalu. Kaya model Samsung baru turun sampai Rp 1.500.000, tapi masih sepi juga,” keluhnya.

Ia berharap, mendekati lebaran penjualan akan segera membaik di tengah situasi ekonomi yang lesu. “Harapannya nanti pas mau lebaran,” imbuhnya.
Sumber : Muhammad Idris – detikfinance

kesimpulan :

melambatnya pertumbuhan ekonomi di indonesia membuat daya beli masyarakat produk handphone menurun. hal ini di sebabkan karena nilai tukar rupiah melemah dan salah satu pedagang ponsel yang ada di jakarta terkena imbasnya,  sehingga penjualan ponsel di counter PGC sangat sepi hal ini mengakibatkan penurunan omzet di counter dewi yang biasanya ratusan juta kini menjadi puluhan juta . hal ini tidak hanya di rasakan dewi saja tetapi beberapa counter juga merasakan hal yang sama .

 

Saran :

  • Untuk counter dewi alangkah baiknya membeli stok handphone di sesuaikan dengan kondisi peminat masyarakat saat ini , agar barang yang di jual cepat habis dan tidak mengalami kerugian perusahaan, karena rupiah saat ini melemah sehingga masyarakat harus berfikir ulang jika mau membeli handphone dengan harga yang mahal .
  • Untuk customer jika ingin membeli handphone alangkah baiknya melihat harga handphone terlebih dahulu yang  sesuai keinginan dan budget yang di miliki agar tidak salah pilih .

Daftar Pustaka

salah satu tokoh ponsel di pusat elektronik ,PGC cililitan jakarta Timur-Muhammad idris. http://finance.detik.com/

 

 

 

 

Leave a Reply